Langsung ke konten utama

Proses Simulasi Running LED Menggunakan Arduino Uno pada Proteus


Proses Simulasi Running LED Menggunakan Arduino Uno pada Proteus

 

A.     Proses pemindahan code dari Arduino IDE ke Proteus (atau simulator lain)

B.     Software simulator : Proteus

C.      Jenis mikrokontrol  : ESP 32 Node MCU


=====================================================================

 



Assalamu’alaikum. Salam sejahtera bagi kita semua, Perkenalkan nama Saya Ifan Rifai Hardiyanto,
NBI 1462000200, dari Mata Kuliah Arsitektur Dan Organisasi Komputer Kelas S, akan menjelaskan proses simulasi Arduino Uno Pada Proteus, pada Project 1 Arsitektur Organisasi Dan Komputer Semester Genap 2020/2021 Program Studi Informatika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
(Untag).

 

Sebelum membahas lebih dalam terkait proses simulasi dari Arduino Uno pada softaware proteus, perlu kita ketahui terlebih dahulu, apa itu Arduino Uno, dan apa yang membedakan dengan Arduino pada umumnya. Jadi Arduino Uno adalah salah satu dari sekian banyaknya jenis Arduino yang banyak digunakan saat ini. Sekaligus sebagai produk pertama yang dirilis oleh pihak Arduino sendiri. Ini ditandai dengan penggunaan kata “Uno” yang dalam bahasa Italia artinya satu atau pertama. Pada papan sirkuit Arduino Uno, di dalamnya sudah tertanam chip mikrokontroler Atmega328 sebagai otak dari komponennya. Jadi jika ditanya apa itu Arduino Uno, maka jawabannya adalah jenis dari Arduino yang ukurannya sedang

 

Kemudian, pada pembahasan berikutnya, Saya akan membahas tentang, simulasi bagaimana Arduino Uno bekerja beserta cara pemindahan program dari Arduino ke program simulator. Program Simulator yang saya gunakan pada Project 1 kali ini adalah Proteus, dan jenis Arduino Uno yang akan saya simulasikan adalah Arduino Uno R3.


Spesifikasi data teknis yang terdapat pada board Arduino UNO R3 adalah sebagai berikut:

  • Mikrokontroler: ATmega328
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Input (recommended): 7 - 12 V
  • Tegangan Input (limit): 6-20 V
  • Pin digital I/O: 14 (6 diantaranya pin PWM)
  • Pin Analog input: 6 input pin 21
  • Arus DC per pin I/O: 40 mA
  • Arus DC untuk pin 3.3 V: 150 mA
  • Flash Memory: 32 KB dengan 0.5 KB digunakan sebagai bootloader
  • SRAM: 2 KB
  • EEPROM: 1 KB
  • Clock Speed: 16 Mhz

 

Step-Step yang harus dilakukan antara lain :

1.      Step pertama yang harus kita lakukan adalah membuat program dengan menggunakan source code. Contoh source code yang saya gunakan pada simulasi Arduino Uno R3 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

2.      Pada step kedua yang harus kita lakukan adalah meng-compile dan save pada source code yang telah dibuat. kemudian data hasil compile code tadi kita simpan pada folder kita. Contoh data hasil compile dapat kita lihat pada gambar di bawah ini

    Jika hasil compile tidak muncul, setting pada Preferences (Pilih File lalu Preferences lalu Centang pada Compilation kemudian klik OK)

   

3.      Step ketiga yaitu, setelah kita membuat program disusul dengan proses compile dan save data, selanjutnya kita perlu memasukkan (import) file ke dalam rangkaian komponen Arduino Uno yang telah kita buat di Aplikasi Arduino Uno Proteus 8 Profesional.

4.      Step terakhir yaitu, masukkan program yang telah dibuat ke dalam komponen Arduino Uno tersebut dengan cara double Click pada komponen Arduino Uno, kemudian kita pilih direktori tempat penyimpanan program tadi dengan cara klik icon folder di sebelah tulisan program file, kemudian klik Ok, maka akan tampil simulasi seperti gambar di bawah ini.

5.      Jika step-step di atas telah selesai maka program akan berjalan seperti pada simulasi Video berikut ini


Ifan Rifai Hardiyanto, 1461900200, Arsitektur Dan Organisasi Komputer, Kelas S, Dosen : Aris Sudaryanto, S.ST., M.T.

Daftar Pustaka :

https://www.aldyrazor.com/2020/04/arduino-uno-adalah.html

https://electricityofdream.blogspot.com/2016/09/kegunaan-dan-fungsi-arduino.html

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembentukan/Pemetaan Cache

Nama                   : Ifan Rifai Hardiyanto NBI                       : 1461900200 Mata Kuliah     : Arsitektur dan Organisasi Komputer Kelas                   : S 1.      Pemetaan Langsung (Direct Mapping) Pemetaan langsung adalah teknik yang paling sederhana, yaitu teknik ini memetakan blok memori utama hanya ke sebuah saluran cache saja. Jika suatu block ada di cache, maka tempatnya sudah tertentu. Keuntungan dari direct mapping adalah sederhana dan murah. Sedangkan kerugian dari direct mapping adalah suatu blok memiliki lokasi yang tetap (jika program mengakses 2 blok yang di map ke line yang sama secara berulang-ulang, maka cache-miss sangat tinggi). Berikut penjelasan lebih detail : Setiap blok pada main memory dipetakan dengan line tertentu pada   cache .   i = j modulo ...